Rabu, 09 Desember 2020

Kelebihan CBR1000RR SP

chassis dynamometer

Baru baru ini, di sosial media lagi viral pengendara kendaraan beroda empat yang menubruk pengendara motor sport yang belakangan dikenal CBR 1000RR SP yang mengakibatkan pengendara motor tersebut mengalami patah tulang. Berdasarkan kabar yang didapatkan, pengendara kendaraan beroda empat ayla kesal karena dirinya merasa digeber oleh pengendara CBR, meskipun pengendara motor merasa ia tidak menggeber motornya, dalam artian itu yakni bunyi standar motornya. Kasus ini kian viral karena agar kasus tidak dilanjutkan ke trek aturan, keluarga pelaku hingga menawarkan kendaraan beroda empat dan rumah untuk sebagai ganti rugi. Emang berapa sih harga CBR1000RR SP? Harganya cukup fantastis yakni sekitar 600 juta, kalau diperbandingkan dengan harga kendaraan beroda empat daihatsu ayla yang varian tertingginya seharga 150 jutaan. Jadi harga 1 motor CBR1000RR bisa membeli 4-5 unit kendaraan beroda empat daihatsu ayla. Apasih yang menyebabkan CBR1000RR SP mempunyai harga yang fantastis? Berikut penjelasannya!

CBR1000RR SP yakni motor sport yang dikeluarkan oleh pabrikan honda. Memakai mesin liquid cooled, 4 stroke, 16 valve, DOHC inline 4 Cylinder dengan kapasitas 999,8 cc dengan transmisi 6 speed. cara bahan bakarnya sudah menerapkan PGM-DSFI ( Programmed Dual Stage Fuel Injection). Energi maksimal yang dihasilkan yakni sebesar 152 HP pad 12.250 Rpm dan torsi maksimal 114 Nm pada 10.500 Rpm. Kecepatan maksimal yang dihasilkan motor ini bisa menempuh 299 Km/ jam dalam keadaan standar. Dilengkapi dengan berbagai aksesories serta fitur-fitur mewah seperti pengereman depan sudah menerapkan brembo double disc dengan cara ABS, suspensi depan dan belakang menerapkan merk ohlins yang sudah teruji kualitasnya serta rangka alluminium composite twin-spar.

CBR1000RR SP sudah dilengkapi dengan keamanan kunci kontak yang terhubung cara elektronik HISS (Honda Ignition Security System), lampu sudah menerapkan LED dan masih banyak yang lainnya. jadi harga motor yang lumayan mahal sebanding dengan spesifikasi dan fitur-fitur yang sudah terjamin kualitasnya.

Isu tenaga dan torsi yang dihasilkan oleh motor CBR1000RR SP ataupun motor lainnya bisa dikenal dengan melakukan pengujian dengan menerapkan chassis dynamometer yang khusus untuk pengujian kendaraan roda dua. Dengan pengujian, kita bisa mengenal kabar lainnya seperti perbandingan bahan bakar dan udara serta emisi gas membuang kendaraan tersebut. dari hasil penguijan, bisa dikenal apakah motor tersebut sudah cocok untuk didistribusikan. Pengujian dengan menerapkan chassis dynamometer akan menerima hasil akurasi yang pas atau cocok saat kendaaraan melaju dijalanan, Kenapa? Karena pengujian kendaraan dengan chassis dynamometer dilakukan dengan roda belakang kendaraan berada diatas roller dynamometer yang akan diputar oleh roda kendaraan.

Jadi roller dynamometer diibaratkan dengan trek, lalu motor melaju diatas roller hingga Rpm maksimal atau limit kendaraan tersebut. kalau dijalanan kabar yang didapatkan dari display speedometer kendaraan hanya berupa speed kendaraan, konsumsi bahan bakar serta jarak tempuh, pada pengujian akan didapatkan kabar lebih detil dari mesin kendaraan tersebut. chassis dynamometer banyak dipakai pada workshop pengujian kendaraan dan produsen kendaraan. Jadi setiap motor yang akan dirilis khususnya dahulu dilakukan pengujian chassis dynamometer untuk mengenal spesifikasi detilnya apakah sudah cocok atau belum, kalau sudah cocok karenanya akan dilakukan test ride untuk menguji ketahanan sebelum diproduksi lebih banyak untuk didistribusikan.

Sumber : Dynamometerindonesia

Beberapa Perawatan Pada Chassis Dynamometer

chassis dynamometer

Tiap kita membeli maupun melakukan pengujian pada alat uji apapun, pastinya kita mesti melakukan perawatan supaya alat uji yang digunakan tersebut berada dalam kondisi baik serta tenaga gunakan yang lama. Semacam juga pada alat uji, pastinya mesti melakukan perawatan chassis dynamometer padahal pada ketika sekarang, teknologi yang canggih dapat membikin alat uji tanpa perawatan yang kompleks. Meskipun demikian , tentunya ada sebagian hal yang mesti dilihat dan dirawat supaya dynamometer dapat terjaga dengan baik.

Pada pembahasan kali ini, kita akan lebih fokus pada perawatan chassis dynamometer. Meskipun penjelasannya kelihatan simple dan kelihatan tak terlalu penting, tapi tak ada salahnya untuk mencoba mengenal dan memahami serta menerapkannya. Berikut diantaranya merupakan apa saja perawatan yang mesti dijalankan pada chassis dynamometer :

1. Pemeliharaan ruangan

Pemeliharaan ruangan meliputi pada kebersihan ruangan baik sebelum maupun setelah pengujian. sebab dalam ruang pengujian pasti tak terlepas dari hal hal seperti oli, bahan bakar dan yang lainnya. bila pemeliharaan ruangan tak baik, maka kecuali mempengaruhi kondisi ruangan, alat uji juga mempengaruhi keselamatan.

2. Pemeliharaan alat

Mencakup pada kebersihan alat dan pengaplikasian alat pada ketika pelaksanaan pengujian.

a. Kebersihan alat uji

Karena chassis dynamometer komponennya didominasi oleh besi, pelat baja atau sebagainya yang mengandung faktor karatan bila tak dirawat atau dibersihkan, sehingga anntinya akan memperpendek umur pengaplikasian alat uji. Untuk itu perlu dijalankan perawatan berkala  pada alat uji tersebut.

b. Penerapan alat uji

Dalam melakukan pengujian kendaraan, hendaknya melakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Karena satu kelalaian dapat menyebabkan dilema yang lebih besar. Model perilaku yang dapat menyebabkan dilema dalam pengujian merupakan melakukan pengereman pada roda kendaraan pada ketika kendaraan melakukan pengujian atua roller dynamometer masih berputar. Selain ini tak boleh dijalankan sebab dapat menyebabkan terjadinya error atau kerusakan pada alat uji. Jadi pada ketika kendaraan sudah menempuh RPM maksimal dan data pengujian sudah diperoleh, maka biarkan kendaraan stop dengan sendirinya tanpa adanya bantuan dari pengereman.

dan juga pengecekan keamanan sebelum pengujian kendaraan seperti kondisi sabuk pengaman untuk kendaraan, sistem pendinginan pada ketika pengujian dan lainnya.   itu juga terdapat sebagian hal yang perlu dilihat dan mesti dijalankan yang dapat dilihat dari buku petunjuk pengguanan alat uji.

Itulah kiat atau sebagian hal dalam melakukan perawatan pada chassis dynamometer, padahal kelihatan sepele tapi bila dikesampingkan akan mengakibatkan dilema dan mengeluarkan biaya yang tinggi dalam pembenarannya.

Sumber : Dynamometerindonesia

Senin, 07 Desember 2020

Beberapa Tips Memilih Chassis Dynamometer

chassis dynamometer

Dalam mengerjakan pengujian untuk engine, transmisi maupun kendaraan, owner dari workshop tentunya butuh alat ujinya merupakan dynamometer. Dengan menerapkan dynamometer kita dapat mengenal situasi mesin atau situasi mesin apakah sama, lebih rendah atau lebih baik dari spesifikasi pabrikannya. Dynamometer terdiri dari berjenis-jenis tipe tipe seperti engine dynamometer untuk pengujian engine saja, transmisi dynamometer untuk pengujian transmisi, chassis dynamometer untuk pengujian kendaran dengan situasi kendaraan terpasang segala bagian chassis, body dan yang lainnya. jadi dalam membeli alat uji, kita wajib mengerjakan pemilihan dynamometer yang tepat. tipe tipe dari dynamometer tersebut mempunyai berjenis-jenis tipe tipe.

Pada kali ini kita akan membahas mengenai chassis dynamometer, saat ini terdapat berjenis-jenis tipe tipe kendaraan dari brand yang berbeda yang tentunya mempunyai spesifikasi yang berbeda-beda. Untuk itu, dalam membeli chassis dynamometer untuk pengujian kendaraan, kita wajib memperhatikan sebagian hal diantaranya :

Tipe kendaraan yang akan diuji

Tipe kendaraan yang dimaksud disini merupakan motor atau mobil, terdapat contoh alat uji  yang digunakan untuk kendaraan roda dua dan untuk roda empat.

Teladan chassis dynamometer

Chassis dynamometer mempunyai 2 tipe merupakan :

a. Axle Dynamometer

Cara kerja dari chassis dynamometer tipe ini merupakan segala roda kendaraan dilepas, kemudian masing-masing axle atau as roda dipasangkan ke alat uji sebagai input dari pengujian kekuatan dan torsi yang diciptakan.

b. On wheel dynamometer

Cara kerjanya merupakan masing- masing roda pemrakarsa diletakkan diatas roller dynamometer atau ban bergantung diatas roller tersebut yang kemudian putaran roda akan membuat roller berputar yang kemudian putaran roller tersebut akan menjadikan output dan kemudian diproses oleh software sehingga menjadikan keluaran data.

Tipe pemrakarsa kendaraan

Pemilihan alat uji dari tipe pemrakarsa kendaraan digunakan untuk kendaraan roda empat. Karena roda empat mempunyai berjenis-jenis tipe, ada kendaraan dengan 2 roda pemrakarsa,yang terdiri atas pemrakarsa roda depan(FWD) dan pemrakarsa roda belakang(RWD), dan ada kendaraan dengan 4 roda pemrakarsa 4WD) atau pemrakarsa roda depan belakang(AWD).

Spesifikasi kendaraan

Spesifikasi kendaraan yang berbeda- beda, maka perlu spesifikasi kendaraan pengujian yang detil seperti kekuatan dan torsi optimal dari kendaraan yang akan diuji, wheel base kendaraan serta dimensi dari kendaraan tersebut.

Sumber : Dynamometerindonesia

Kesalahan Umum Dalam Pengujian Kendaraan

chassis dynamometer

Pada saat melakukan pengujian chassis dynamometer, pastinya terdapat kekeliruan dalam pengujian baik dalam proses maupun hasil pengujian. Untuk meminimalisir terjadinya kekeliruan, dalam proses pengujian sepatutnya dilaksanakan oleh operator dibidangnya serta kinerja alat uji chassis dynamometer yang memadai. Elemen Kesalahan pengujian yang kerap dilaksanakan atau kerap diperhatikan antara lain ;

1. Elemen kendaraan

Elemen kendaraan meliputi pada situasi kendaraan baik mesin maupun komponen lainnya. Kali kita lihat video yang menonjolkan kegagalan dalam pengujian dynamometer, ada mesinnya yang hancur, mesin menjadi bermasalah setelah pengujian, ban gembos dan masih banyak hal lainnya.

a. Kesalahan pada mesin umumnya terjadi karena mesin kendaraan yang diuji dimodifikasi sedemikian rupa tanpa mengamati efek sampingnya. Modifikasi mesin dilaksanakan untuk meningkatkan tenaga, tapi sekali-sekali modifikasi dilaksanakan secara signifikan cuma pada satu komponen saja, sehingga terjadi ketidakseimbangan dan itu menyebabkan mesin kendaraan jebol atau rusak pada saat pengujian. Sebab dalam pengujian dynamometer, kendaraan akan berada pada Rpm tertinggi atau mmencapai limit dan itu memerlukan waktu yang agak lama, sedangkan untuk kendaraan dengan modifikasi mesin cuma pada satu komponen tanpa memastikan komponen lain umumnya cuma untuk balap jarak dekat atau butuh akselerasi tinggi, apabila diaplikasikan dengan kecepatan tinggi maka mesin kendaraan akan jebol. Meskipun untuk mesin spesifikasi standar atau modifikasi normal terjadi kerusakan karena mesinnya memang terjadi masalah atau trouble

b. ban gembos dikarenakan ban tersebut telah aus atau karena panas yang berlebihan karena friksi dengan roller dynamometer yang juga bisa disebabkan karena sistem pendinginan untuk kendaraan yang kurang memadai.

2. Elemen keamanan

kekeliruan yang kerap terjadi  adalah karena tak eratnya sabuk pengaman penahan kendaraan uji, sehingga menyebabkan kendaraan uji menjadi tak terkendali dan crash. Untuk itu diperlukan pengecekan kembali sebelum dilaksanakan pengujian. Untuk pengujian kendaraan yang mempunyai tenaga besar hendaknya dilaksanakan penambahan sabuk penahan kendaraan untuk meminimalisir terjadinya kegagalan pengujian.

3. Elemen hasil pengujian

Umumnya disebabkan karena kekeliruan input data sebelum pengujian sehingga akan mempengaruhi kecermatan hasil pengujian. Ada juga disebabkan karena kalibrasi atau settingan pertama kali untuk chassis dynamometer, karena ada kasus seperti ini yang mengakibatkan pembacaan skor untuk top speed akurat kecuali itu error dikarenakan hal tersebut.

Sumber ; Dynamometerindonesia

chassis dynamometer

Dalam membangun sebuah ruang pengujian untuk chassis dynamometer, kita seharusnya melihat bermacam hal supaya dalam cara kerjanya tak terjadi dilema yang akan menghambat pengerjaan pengujian. untuk menghindari hal yang tak diharapkan, maka kita seharusnya memahami serta melihat hal – hal yang terkait dengan pengujian kendaraan. Sebenarnya dalam chassis dynamometer seperti chassis dynamometer untuk  kendaraan roda dua, metode ruang pengujiannya tak terlalu rumit, hanya untuk kendaraan roda empat yang lebih rumit.

Tapi betapa bagusnya tiap-tiap hal yang terkait dengan pengujian diamati supaya pengujian dapar berjalan dengan baik dan efektif.  Berikut beberapa hal yang perlu diamati dalam ruang pengujian dynamometer, antara lain;

1. Desain ruang pengujian

Dalam desain ruang pengujian, seluruh seharusnya diamati secara detail. setelah peroleh data spesifikasi alat, maka dalam desain ruang pengujian seluruh alat seharusnya berada dalam situasi terbaik pada dikala pemasangan dan pengujian.

A. Letak alat chassis dynamometer, dalam pemasangan alat pada ruang pengujian, dimensi ruang pengujian seharusnya cocok, tak terlalu sempit dan tak . Ada beberapa kasus yang terjadi pada ruang pengujian dikarenakan desain ruang uji yang tak terang atau kekeliruan dalam cara kerjanya. Kesudahannya dalam pengerjaan pengujian tak berjalan dengan maksimal.

B. Peredaran udara dalam ruang pengujian, sirkulasi udara yang baik benar-benar perlu dalam ruang pengujian chassis dynamometer. Mengapa? Sebab dalam pengujian kendaraan tentunya akan menciptakan emisi gas membuang. Gas membuang kendaraan menciptakan HC (hidrokarbon), CO(karbon monoksida), CO2(carbon dioksida), O2 (oksigen), dan senyawa Nox (nitrogen oksida). Apabila sirkulasi udara tak baik, maka hasil gas membuang hanya akan bersikulasi dalam ruang pengujian dan hal ini dapat berbahaya kesehatan dan keselamatan operator. jadi udara yang masuk ke ruang uji seharusnya besar daripada udara yang keluar ruang uji.

2. Perencanaan

A. Pembiayaan,

B. Pemilihan alat chassis dynamometer,

C. Aksesories,

D. Metode eksternal yang diperlukan

E. Penempatan alat  beserta penempatan komponen penyokong pada alat,

F. Metode pemeliharaan serta alur pengujiannya.

Padahal terlihat simpel, melainkan apabila unsur diatas diacuhkan maka akan tercipta situasi yang tak maksimal dalam ruang pengujian.

Sumber : Dynamometerindonesia

Mengetahui Beda Antara Daya Dan Torsi

chassis dynamometer


Tiap-tiap kendaraan yang kita beli, pastinya memiliki spesifikasi. Dalam spesifikasi terlampir bermacam macam informasi mulai dari macam mesin, rincian mesin, dimensi dan yang lainnya. Sebelum membeli kendaraan hendaknya kita mesti tau spesifikasi dari kendaraan yang akan kita beli supaya layak dengan keperluan kita. Beberapa rincian dari spesifikasi kendaraan yang mesti diketahui diantaranya yaitu kekuatan dan torsi yang diwujudkan dari kendaraan hal yang demikian. kekuatan dan torsi dapat diketahui dengan chassis dynamometer. Mengapa? Berikut penjelasannya!

Daya yaitu kekuatan yang diwujudkan untuk menempuh kecepatan tertinggi atau top speed pada kendaraan. Diibaratkan kekuatan dipakai untuk kecepatan tinggi secara konstan pada ketika jalan lurus. Kian besar kekuatan yang diwujudkan kendaraan karenanya kian kencang laju kendaraan. Meskipun torsi yaitu kekuatan yang diwujudkan mulai dari kendaraan diam hingga kendaraan bergerak. Torsi dipakai pada ketika akselerasi permulaan kendaraan. Kian besar torsi karenanya kian sedikit waktu yang diperlukan kendaraan dari situasi diam hingga bergerak.dynamometerDaya dilambangkan dengan satuan HP (horse power) atau PS. Meskipun torsi dilambangkan dengan satuan Nm (newton meter) atau Kgm (kilogram meter). 

Daya dan torsi saling berlawanan, umpamanya jika kekuatan yang diwujudkan besar, karenanya torsi yang diwujudkan akan lebih kecil, semacam itu juga sebaliknya. Jadi dalam pemilihan kendaraan, hendaknya disesuaikan dengan medan yang akan dilewati. Sekiranya jalan yang akan dilewati banyak tanjakan, karenanya hendaknya memilih kendaraan dengan torsi yang besar, namun jika situasi jalan datar, karenanya pilih kendaraan dengan kekuatan yang besar.

Model yang mudah kita temui, torsi yang besar sering dipakai pada kendaraan off road, drag race dan naked bike, sedangkan kekuatan yang besar sering dipakai pada kendaraan modifikasi road race, superbike dan motogp. Tapi untuk kendaraan berkubikasi besar, umumnya torsi dan kekuatannya lumayan seimbang.

Daya dan torsi suatu kendaraan dapat diketahui dengan menjalankan pengujian dengan mengaplikasikan dynamometer. Dynamometer terbagi atas beberapa macam, ada engine dynamometer dan chassis dynamometer. Engine dynamometer dipakai untuk pengujian engine stand. Meskipun chassis dynamometer dipakai untuk pengujian kendaraan dengan situasi kendaraan terpasang lengkap semua part atau bagiannya. Jadi umumnya kendaraan seperti motor balap seperti motogp, road race, superbike mengaplikasikan chassis dynamometer dalam pengujiannya.

Sumber : Dynamometerindonesia

Pentingnya Chassis Dynamometer Bagi Kendaraan

chassis dynamometer

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai chassis dynamometer, sebelumnya mari kita bahas dulu apa itu dynamometer. Dynamometer merupakan alat yang dipakai untuk mengukur besar daya dan torsi optimal dari suatu motor  pada putaran mesin (Rpm) tertentu. Dari hasil yang diperoleh karenanya dikenal apakah kondisi mesin masih sesuai dengan spesifikasi atau tidak. Bila kondisi mesin tidak baik karenanya diberi perlakuan pada mesin supaya hasil yang diperoleh lebih baik. Dynamometer juga dipakai untuk mesin modifikasi seperti untuk balapan dan lainnya. Dengan dynamometer, diperoleh info pada saat Rpm berapa dicapai daya dan torsi optimal sehingga diperoleh kondisi pas bagi mesin tersebut. Dynamometer juga mengukur emisi gas membuang serta perbandingan bahan bakar dan udara (Air Fuel ratio) pada mesin.

Dynamometer terbagi 2 diantaranya :

a. Engine dynamometer (mengukur daya dan torsi melewati Flywheel mesin/ Engine stand)

b. Chassis Dynamometer(mengukur daya dan torsi mesin melewati axle roda atau ban kendaraan yang bertumpu pada roller dynamometer dengan kondisi chassis dan mesin komplit terpasang seluruhnya.

Pada pembahasan kali ini, kita akan fokus membahas mengenai Chassis Dynamometer!

Chassis Dynamometer merupakan alat pengujian yang dipakai untuk mengukur daya dan torsi optimal dari mesin dalam kondisi mesin dan chassis kendaraan telah terpasang seluruhnya. Jadi hasil dari penilaian pada alat ini bisa menonjolkan daya dan torsi yang diperoleh sama dengan hasil yang diperoleh pada saat kendaraan berjalan. Jadi diibaratkan lantai dynamometer sebagai jalan raya dan hasil yang diperoleh dari chassis dynamometer tidak jauh berbeda / relatif sama dengan kondisi realnya. Alat ini betul-betul jauh berbeda dari engine dynamometer. Hasil yang diperoleh chassis dynamometer merupakan kondisi kendaraan dengan bobot, meskipun hasil dari engine dynamometer merupakan kondisi mesin saja atau daya dan torsi mesin tanpa bobot.

Berdasarkan cara kerjanya, Chassis Dynamometer terbagi 2 ragam diantaranya:

1. Axle dynamometer

Pada pengujian dengan memakai Axle Dynamometer, masing-masing Axle atau as roda kendaraan dihubungkan ke alat chassis dynamometer sebagai input dari pengujian daya dan torsi yang dibuat.

2. On Wheel Dynamometer

Pada pengujian dengan memakai on wheel dynamometer, kendaraan berada diatas roda dengan masin-masing roda berada diatas roller dynamometer

Chassis Dynamometer biasanya dipakai pada kendaraan roda 2 ataupun roda 4. Acap dipakai pada workshop pengujian, ataupun bengkel motor yang khusus dalam pengujian kendaraan. Acap dipakai untuk menguji kendaraan beroda empat ataupun motor untuk balapan ataupun kendaraan yang dipakai sebagai pengujian, seperti memberi perlakuan untuk menghemat bahan bakar, mengurangi emisis gas membuang dan lain sebagainya. Jadi segala perlakuan yang diberi pada kendaraan akan dikenal akibatnya dari alat, apakah perlakuan tersebut memberikan imbas yang signifikan atau tidak.

Prinsip kerja pada alat ini betul-betul simpel merupakan input data dibuat dari axle roda yang disambungkan dengan alat chassis dynamometer atau dari roda yang bertumpu pada roller pengujian. Saat roda atau axle berputar, data pengujian akan ditampilkan pada display monitor dynamometer.

chassis dynamometer

Kelebihan :

a. Bisa mengetahui kondisi mesin mulai dari daya, torsi, emisi bahan bakar, perbandingan bahan bakar dan lainnya

b. Memudahkan dalam settingan pengapian dan bahan bakar untuk menempuh peforma yang pas

c. Data tampilan atau interface yang mempermudah dalam pembacaan hasil pengujian

d. Menghemat biaya, karena bisa mengetahui modifikasi yang dikerjakan apakah memberikan hasil peforma yang lebih baik atau tidak.

Sumber: Dynamometerindonesia